Meski tidak merinci jenis rudal maupun spesifikasi teknisnya, jarak tempuh itu menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan persenjataan Pyongyang.
Di sisi lain, militer Korea Selatan mengkonfirmasi peluncuran rudal balistik ke arah laut timur pada hari yang sama, yang bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung ke China.
Uji coba ini berlangsung sehari setelah Korea Utara mengeluarkan pernyataan keras mengecam serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela, yang dinilai Pyongyang sebagai pelanggaran kedaulatan negara lain.
Rangkaian peristiwa tersebut memperlihatkan upaya Korea Utara menegaskan posisi militernya di tengah ketegangan Asia Timur yang belum mereda.
Perkuat Pertahanan Negara Korea Utara Uji Rudal Hipersonik
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menyaksikan peluncuran rudal hipersonik pada Senin, 5 Januari 2026.