CARAPANDANG - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengumumkan bahwa kepolisian terus melakukan pemantauan intensif terhadap dinamika pasar modal Indonesia. Fokus utama pengawasan ini adalah untuk mengantisipasi dan menindak praktik manipulatif yang dikenal sebagai 'saham gorengan', yang dinilai dapat merusak ekosistem investasi yang sehat.
Pernyataan itu disampaikan Kapolri di sela-sela Rapat Pimpinan (Rapim) Polri di Jakarta Timur, Selasa (10/2). Sigit menegaskan bahwa seluruh fluktuasi dan aktivitas di pasar modal berada dalam radar pengawasan institusinya.
"Kita terus memperhatikan dan mengikuti bagaimana fluktuasi pasar modal. Dan kita terus ikuti siapa yang potensial untuk kemudian kita pantau lebih lanjut, khususnya terkait dengan tindakan-tindakan yang arahnya ke permainan saham gorengan, yang tentunya itu tidak bagus," ujar Sigit mengutip laporan Antaranews, Selasa(10/2/2026).
Langkah proaktif ini merupakan bagian dari upaya Polri menjaga stabilitas sektor keuangan dan melindungi investor, khususnya pemodal ritel, dari skema yang dapat menimbulkan kerugian materiil.
Praktik 'saham gorengan' merujuk pada manipulasi harga saham secara artifisial, seringkali dengan cara menciptakan permintaan palsu, untuk menghasilkan keuntungan cepat sebelum harga anjlok.