CARAPANDANG.COM, BEIRUT -- Lebanon sekali lagi terseret ke dalam konflik regional setelah pertempuran antara Israel dan Hizbullah kembali memanas beberapa hari lalu. Negara yang berbatasan dengan Israel tersebut kekurangan sistem pertahanan udara yang efektif untuk melawan serangan udara dan rudal Israel. Pesawat-pesawat Israel telah memasuki wilayah udara Lebanon tanpa perlawanan, menyasar target-target di seantero negeri dan semakin meningkatkan ketakutan publik.
Puing-puing bangunan terlihat pascaserangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, pada 6 Maret 2026. Puluhan serangan udara Israel menargetkan berbagai wilayah di Lebanon pada Kamis (5/3) malam waktu setempat dan Jumat (6/3) pagi, menghantam pinggiran selatan Beirut, Lebanon selatan, dan Lembah Bekaa di tengah meningkatnya ketegangan militer. (Carapandang/Xinhua/Bilal Jawich)
Asap mengepul dari sebuah ledakan setelah terjadinya pengeboman oleh Israel di sebuah desa di Lebanon selatan, seperti yang terlihat dari sisi perbatasan Israel dengan Lebanon, pada 6 Maret 2026. (Carapandang/Xinhua/JINI)
Foto yang diabadikan pada 5 Maret 2026 ini menunjukkan kepulan asap yang masih menyelimuti pinggiran selatan Beirut, Lebanon, pascaserangan udara Israel. (Carapandang/Xinhua/Bilal Jawich)