Selanjutnya, dalam pidatonya Prabowo menyoroti tantangan besar yang masih dihadapi Indonesia, yakni memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan selaras dengan cita-cita keadilan sosial.
Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersikap jujur dalam menilai hasil pembangunan yang telah dicapai selama ini.
“Selama beberapa dasawarsa terakhir indonesia ekonominya memang tumbuh, tapi, apakah pertumbuhan itu sudah merata? Sudah dirasakan oleh seluruh rakyat indonesia secara adil? Marilah kita jujur melihat kenyataan yang kita hadapi sekarang,” ujarnya.
Prabowo mengakui bahwa selama bertahun-tahun nilai tambah dari kekayaan alam Indonesia belum sepenuhnya dinikmati rakyat. Maka itu, pemerintah bertekad melakukan perubahan mendasar agar sumber daya nasional memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat.
"Saya berkeyakinan bahwa tugas sejarah kita saat ini tugas sejarah saya sebagai Presiden RI ke 8 sebagai mandataris rakyat yang disumpah di hadapan rakyat adalah untuk melakukan transformasi bangsa terutama transformasi ekonomi nasional kita,”ujarnya.
Prabowo: Pembangunan Nasional Harus Berpijak pada Nilai-nilai Pancasila
Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersikap jujur dalam menilai hasil pembangunan yang telah dicapai selama ini.