Meskipun menyampaikan permintaan maaf dan mengumumkan penghentian serangan ofensif, Pezeshkian dengan tegas menolak seruan Amerika Serikat yang meminta penyerahan diri tanpa syarat. Ia menyebut permintaan tersebut sebagai mimpi yang harus mereka bawa ke liang lahat.
Hal senada disampaikan Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, yang menegaskan bahwa Iran akan terus menggunakan haknya untuk membela diri selama agresi AS dan Israel masih berlangsung.
Pengumuman ini hadir di tengah serangan udara intensif yang terus berlanjut.
Di saat yang sama, serangan Iran dilaporkan masih terjadi, menargetkan Bahrain, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA) pada Sabtu dinihari.
Otoritas UEA mengonfirmasi aktivasi pertahanan udara di Dubai setelah beberapa kali ledakan terdengar, yang sempat menyebabkan penutupan sementara Bandara Internasional Dubai.
Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperingatkan bahwa kampanye pengeboman terbesar dalam perang ini masih akan terjadi.