Dari sisi ketenagakerjaan, Presiden memaparkan bahwa satu dapur MBG dapat mempekerjakan sekitar 50 orang. Dengan target pembangunan 30.000 dapur MBG, program ini diproyeksikan mampu menyerap 1,5 juta tenaga kerja.
"Di tiap desa ada SPPG, ada dapur. Secara garis besar ini membangkitkan ekonomi. Satu dapur menciptakan 50 orang bekerja," kata Prabowo.
Selain itu, program ini juga terintegrasi dengan pembentukan Koperasi Merah Putih yang ditargetkan mencapai 81.000 unit. Satu koperasi diperkirakan mempekerjakan 18 orang, sehingga total serapan tenaga kerja dari sektor ini mencapai lebih dari satu juta orang.
Menjawab kritik terhadap besarnya anggaran yang digelontorkan untuk program MBG, Prabowo menegaskan bahwa dana tersebut berasal dari hasil efisiensi dan penghematan anggaran yang sebelumnya berpotensi dikorupsi.
"Ini adalah uang yang kita hemat dari korupsi. Uang yang tadinya pasti dikorupsi kita tahan, kita realokasi, dan kita gelontorkan ke rakyat. Salahnya apa?" tegas Presiden.
"Apa yang salah, kalau Presiden Republik Indonesia dan pemerintah yang dia pimpin ingin menggelontorkan uang kepada rakyatnya sendiri?" ujarnya menambahkan.
Prabowo juga mengungkapkan kebanggaannya karena program MBG Indonesia mulai menarik perhatian dunia.
Banyak negara disebutnya tengah mempelajari implementasi program ini karena Indonesia mampu melayani lebih dari 60 juta penerima manfaat secara rutin setiap minggu.