Kepala BGN Nanik S. Deyang dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (13/6/2026), menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyampaikan pernyataan sebagaimana yang tercantum dalam pesan yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan.
Desakan ini disampaikan menyusul pengakuan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang mengungkap adanya pembengkakan signifikan jumlah titik dapur MBG.
Isu ini mencuat setelah kuasa hukum mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, mengungkapkan bahwa kliennya telah mencatat lebih dari 20 nama yang diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi MBG.
Pernyataan ini mencuat setelah adanya informasi yang menyebut nama Wihadi sebagai salah satu dari 26 pejabat yang diserahkan oleh mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, kepada penyidik Kejagung dalam upayanya menjadi justice collaborator (JC).
Zulhas menegaskan bahwa sekolah-sekolah yang masuk kategori elite dinilai tidak memerlukan bantuan MBG karena kebutuhan gizi siswanya dinilai dapat terpenuhi.
Prasetyo menjelaskan bahwa proses penghitungan ulang kebutuhan anggaran tersebut masih berlangsung seiring dengan rencana perbaikan tata kelola program MBG secara menyeluruh.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengatakan kantin sekolah dapat menjadi salah satu alternatif dapur untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya efisiensi pelaksanaan program
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan dugaan korupsi terkait Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN)