Beranda Internasional Ratusan Ribu Masyarakat AS Lakukan Protes pada Trump, Tegaskan "No Kings"

Ratusan Ribu Masyarakat AS Lakukan Protes pada Trump, Tegaskan "No Kings"

0
Aksi demo di Amerika Serikat (Kumparan)

AS dan Israel melancarkan Operasi "Epic Fury" terhadap Iran pada 28 Februari lalu tanpa persetujuan Kongres. Hingga saat ini, 13 tentara AS telah tewas dalam konflik tersebut.

Di Hormuz, Iran membalas dengan blokade pengiriman minyak yang menyebabkan harga BBM melonjak.

"Trump ingin menyeret seluruh negara kami ke dalam perang tanpa otorisasi atau rencana. Satu miliar dolar sehari dihabiskan, 13 tentara kami tewas, dan ribuan warga Iran serta Lebanon terbunuh," ujar Ethan Mabourakh (29), seorang demonstran asal Brooklyn yang keluarganya melarikan diri dari Revolusi Iran 1979.

Di sisi lain, kebijakan imigrasi Trump juga menuai amarah.

"Saya di sini hari ini untuk mengutuk rasisme terang-terangan dan operasi deportasi massal. Ini menjijikkan dan membuat bulu kudukku merinding," kata Jose Lopez Fontane, warga Upper West Side, kepada The Mirror US.

Aksi protes ini tidak hanya terjadi di AS. Di berbagai kota di Eropa, Amerika Latin, dan Australia, gelombang solidaritas "No Tyrants" (Tanpa Tiran) juga digelar.

Di Roma, Italia, sekitar 20.000 orang turun ke jalan menentang Perdana Menteri Giorgia Meloni dan perang di Timur Tengah. Aksi serupa juga terjadi di Paris, London, Madrid, serta Amsterdam.

"Kami tidak ingin dunia diperintah oleh raja... yang membuat keputusan dari atas," ujar Andrea Nossa (29), seorang peneliti yang berdemo di Roma.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here