CARAPANDANG.COM- Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani menyatakan Indonesia siap menjadi mitra strategis dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di industri kapal pesiar global yang terus berkembang.
Pernyataan itu dia sampaikan dalam Ambassador’s Dialogue: Unlocking Indonesia’s Potential in Global Cruise Industry Workforce yang berlangsung di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (9/6), sebagaimana keterangan Kementerian P2MI.
"Ini menjadi momentum strategis mengingat industri kapal pesiar dunia sedang mengalami pertumbuhan, ditandai dengan bertambahnya armada baru, pembukaan rute pelayaran baru, serta meningkatnya kebutuhan layanan hospitality berkualitas," kata Christina.
Kondisi tersebut, menurut Christina, membuka peluang besar bagi pekerja migran Indonesia untuk bekerja di pasar kerja internasional dan Indonesia siap menjawab kebutuhan tersebut.
Terlebih, sebagai salah satu negara dengan bonus demografi terbesar di dunia, Indonesia memiliki tenaga kerja muda, produktif, dinamis, dengan potensi besar untuk berkontribusi di pasar tenaga kerja global.
"Pekerja migran Indonesia selama ini dikenal memiliki keunggulan yang menjadi nilai tambah di sektor jasa internasional, seperti keramahan, kedisiplinan yang berorientasi pelayanan, serta kemampuan bekerja secara efektif dalam lingkungan multikultural," kata Christina.
Dengan pengalaman Indonesia di sektor pariwisata, hospitality, dan maritim, Wamen P2MI itu yakin Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk memperluas peran dan kontribusinya dalam industri kapal pesiar.
Berdasarkan informasi yang ia peroleh dari Duta Besar Italia, saat ini sekitar hampir 4.800 pekerja migran Indonesia bahkan telah bekerja di sektor kapal pesiar di negara itu.
"Salah satu tantangan adalah penguatan kemampuan bahasa Inggris, serta persiapan talenta untuk mengisi posisi yang lebih tinggi seperti level supervisor hingga manajerial yang membutuhkan kompetensi teknis, pengalaman profesional, kapasitas kepemimpinan, dan sertifikasi yang diakui secara global," katanya.
Kementerian P2MI, katanya, juga terus memperkuat kualitas dan perlindungan pekerja migran melalui peningkatan pendidikan vokasi berstandar internasional, peningkatan kompetensi bahasa dan profesi, serta perluasan akses sertifikasi internasional.
KP2MI juga terus membangun kemitraan yang lebih kuat dengan industri kapal pesiar dan negara tujuan penempatan.
"Kami juga punya Migrant Center sebagai Global Talent Development Hub yang mengintegrasikan identifikasi talenta, pelatihan vokasi, sertifikasi, job matching, informasi migrasi, perlindungan pekerja, hingga intelijen pasar kerja dalam satu ekosistem terpadu," kata Christina.
Saat ini, Kementerian P2MI telah mengembangkan 23 Migrant Center di berbagai daerah untuk mendukung pengembangan talenta global Indonesia.
"Melalui forum dialog ini, kami mengajak para duta besar, mitra internasional, dan pelaku industri kapal pesiar untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan kurikulum, program pelatihan, magang internasional, sertifikasi, rekrutmen tenaga kerja terampil Indonesia, hingga investasi pada fasilitas pelatihan berkelas dunia," katanya.
"Lewat Migrant Center dan kemitraan internasional yang kuat, Indonesia siap berkontribusi membangun tenaga kerja kapal pesiar masa depan yang kompeten, profesional, tangguh, dan berdaya saing global," imbuh Christina Aryani.
RI Siap Sediakan Pekerja Migran untuk Industri Kapal Pesiar Global
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani menyatakan Indonesia siap menjadi mitra strategis dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di industri kapal pesiar global yang terus berkembang.