Beranda Kabupaten Pohuwato Riset Ilmiah Ungkap Dampak Kronis PETI di Pohuwato, Pencemaran Merkuri Kian Mengkhawatirkan

Riset Ilmiah Ungkap Dampak Kronis PETI di Pohuwato, Pencemaran Merkuri Kian Mengkhawatirkan

0
Riset Ilmiah Ungkap Dampak Kronis PETI di Pohuwato, Pencemaran Merkuri Kian Mengkhawatirkan

Sejumlah parameter fisik dan kimia air tercatat melampaui baku mutu lingkungan, menandakan bahwa kualitas air di kawasan tersebut tidak lagi memenuhi fungsi ekologis maupun kebutuhan dasar masyarakat.

“Aktivitas penambangan emas tanpa izin menyebabkan penurunan kualitas air permukaan dan air tanah, dengan parameter fisik dan kimia yang melebihi baku mutu,” tulis Barakati.

Bukti ilmiah pencemaran merkuri di Pohuwato sejatinya telah terdeteksi sejak lama. Penelitian Ramli Utina (2015) dari Universitas Negeri Gorontalo mengidentifikasi adanya paparan merkuri pada jaringan tubuh burung perairan pesisir di Kabupaten Pohuwato. Temuan ini menjadi indikator biologis bahwa logam berat dari aktivitas PETI telah mencemari lingkungan pesisir dan rantai makanan setidaknya sejak satu dekade lalu.

“Paparan merkuri teridentifikasi pada jaringan tubuh burung perairan pesisir, yang menunjukkan adanya akumulasi logam berat dari limbah penambangan emas tanpa izin di Kabupaten Pohuwato,” tulis Utina.

Rangkaian hasil penelitian dari tahun 2015 hingga 2024 tersebut menegaskan bahwa dampak negatif PETI berbasis merkuri bersifat kronis, terakumulasi, dan terus meluas. Pencemaran tidak hanya terjadi pada media air dan tanah, tetapi juga telah masuk ke dalam rantai makanan dan ekosistem.

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait