Dody menekankan, pembangunan terowongan menjadi kebutuhan mendesak. Ia menilai, ruas tersebut merupakan salah satu jalur terpadat dan paling rawan bencana di Sumatra Barat.
“Sesuai arahan Presiden Prabowo, kita harus menyiapkan tambahan jalan, agar manakala jalan ini bermasalah, masih ada ruas alternatifnya. Rencana pembangunan terowongan ini sebenarnya sudah lama, sejak 2017, dan sudah pernah dikaji oleh JICA,” ujarnya.
Dia juga mengatakan bukit yang berada di Lembah Anai tersebut dinilai layak berdasarkan studi teknis. “Dan dari kajian tersebut (JICA), bukit ini dinyatakan kuat untuk menahan traffic lalu lintas,” ucapnya.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menegaskan, ruas Lembah Anai dan Malalak merupakan urat nadi perekonomian Sumatra Barat. Sehingga, penting untuk memastikan konektivitas masyarakat berjalan dengan lancar.
Ia juga mendorong pembangunan jalan tol sebagai solusi strategis untuk menjamin konektivitas masyarakat di masa mendatang. Sebab, ia menilai kawasan Lembah Anai hampir setiap tahun terkena bencana.
“Kami mendorong pembangunan jalan tol sebagai alternatif dari Sicincin menuju Bukittinggi yang akan melewati tunnel di dalam bukit ini. Insyaallah akhir 2026 pembangunannya akan dimulai oleh Kementerian PU,” ucap Andre. dilansir rri.co.id