Beranda Ekonomi Rupiah Makin "Merah" di Penutupan Jumat, Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah

Rupiah Makin "Merah" di Penutupan Jumat, Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah

Rupiah sempat menyentuh level Rp17.905 per dolar AS pada pukul 14.05 WIB, sebelum sedikit terkoreksi hingga penutupan pasar.

0
Ilustrasi - Rupiah semakin melemah

CARAPANDANG - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) resmi ditutup lebih dalam di zona merah pada perdagangan Jumat (29/5/2026), sekaligus mencatatkan rekor terlemah sepanjang masa di tengah tekanan global dan kebutuhan valas domestik.

Berdasarkan data pasar spot, rupiah ditutup melemah 0,2 persen ke level Rp17.881 per dolar AS, memburuk dibandingkan penutupan Kamis (28/5) di posisi Rp17.846 per dolar AS.

Ini menjadi level penutupan terburuk yang pernah dicatatkan mata uang Garuda sepanjang sejarah.

Pelemahan ini bahkan lebih ekstrem di tengah perdagangan. Rupiah sempat menyentuh level Rp17.905 per dolar AS pada pukul 14.05 WIB, sebelum sedikit terkoreksi hingga penutupan pasar.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny Prakoso, menyatakan bahwa tekanan terhadap rupiah masih didominasi oleh ketidakpastian global yang berlanjut, terutama akibat perkembangan konflik di Timur Tengah.

Selain faktor geopolitik, BI juga mencatat adanya peningkatan kebutuhan valuta asing (valas) secara musiman di dalam negeri.

Hal ini meliputi pembayaran utang luar negeri (ULN) serta repatriasi dividen, yang terjadi di tengah terbatasnya arus masuk dolar AS.

Sebelumnya, selama periode libur panjang Iduladha pada Rabu (27/5) dan Kamis (28/5), rupiah di pasar offshore sempat terpantau melemah lebih tajam, bahkan dilaporkan sempat menyentuh level Rp17.949 per dolar AS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here