Beranda Internasional Sejarawan Singapura: Pengungkapan Sejarah Kelam Unit 731 Perlu Kerja Sama Internasional yang Lebih Luas

Sejarawan Singapura: Pengungkapan Sejarah Kelam Unit 731 Perlu Kerja Sama Internasional yang Lebih Luas

0
Sejarawan Singapura: Pengungkapan Sejarah Kelam Unit 731 Perlu Kerja Sama Internasional yang Lebih Luas

Ditangkap di Singapura pada Februari 1942, Williams menulis bahwa dia dan banyak tawanan lainnya divaksinasi dan diinokulasi. Sampel darah diambil, dan "sebuah tabung kaca dimasukkan ke dalam saluran anus."

Dalam beberapa hari, kenangnya, sejumlah besar tawanan, termasuk dirinya, mengalami sakit kepala hebat, diare, disentri, dan gejala-gejala pada perut.

Menurut kesaksiannya, prosedur serupa diulangi tiga kali selama tiga tahun di kamp-kamp yang berbeda, dan setiap kali diikuti oleh gejala yang sama.

"Jika itu bukan eksperimen, saya tidak tahu harus menyebutnya apa lagi," tulis Williams.

Sejarawan Singapura Lim Shao Bin berbicara dalam sebuah wawancara dengan Xinhua di kediamannya di Singapura pada 31 Juli 2026. (Xinhua/Then Chih Wey)

"Sebelumnya, kami belum menemukan catatan yang menunjukkan bahwa warga negara Inggris juga menjadi subjek eksperimen manusia," kata Lim.

Namun, kemungkinan tersebut bukanlah sesuatu yang sepenuhnya mengejutkan bagi Lim. Dalam bukunya yang diterbitkan pada 2025, dia telah mempertanyakan apakah Unit 9420 melakukan eksperimen manusia terhadap warga negara Inggris.

Pada Juni 1944, katanya, sebanyak 17 tawanan perang Inggris yang ditahan di Singapura terjangkit tifus semak (scrub typhus), penyakit yang pada saat itu bukan penyakit endemik di Singapura, dan tiga di antaranya meninggal dunia.

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here