Dia mengenang saat menemukan sebuah daftar inventaris tahun 1942 yang mencantumkan ratusan bahan kimia yang dipindahkan dari markas Unit 731 ke Unit 9420 untuk digunakan selama enam bulan. Setiap entri dicatat menggunakan huruf katakana Jepang. "Jika tidak memiliki spesialis di bidang tersebut, hampir mustahil untuk menafsirkannya," ujarnya.
"Kita membutuhkan keterlibatan dari berbagai bidang jika ingin mengungkap kejahatan bersejarah ini secara menyeluruh," tegasnya.
Pada Juni tahun ini, saluran media Singapura Channel NewsAsia merilis film dokumenter berjudul "Inside Unit 731: Japan's Secret Human Experiments". Lim mengungkapkan bahwa banyak penonton di Singapura terkejut saat mengetahui bahwa negara mereka ternyata terhubung dengan program perang biologis Jepang tersebut.
"Banyak orang mengira Unit 731 hanya berkaitan dengan China," katanya. "Kini, setelah lembaga penyiaran Singapura mengungkap sejarah ini, para penonton, termasuk banyak orang di Eropa dan Amerika Utara, mulai menyadari bahwa cakupannya jauh lebih luas."
Bagi Lim, mendokumentasikan sejarah Unit 731 beserta unit-unit afiliasinya bukan sekadar upaya merekonstruksi masa lalu. Lebih dari itu, langkah ini juga bertujuan untuk memahami tanda-tanda peringatan dini guna mencegah terjadinya tragedi di masa depan.
Sejarah ekspansi militer Jepang, menurut argumennya, membuktikan bahwa persiapan perang kerap dimulai bertahun-tahun sebelum terjadinya konfrontasi terbuka.