Berdasarkan laporan melalui Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), tercatat sekitar 58.873 orang peserta umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi. Pemerintah memastikan jemaah dalam kondisi terpantau melalui koordinasi intensif dengan perwakilan RI dan otoritas setempat.
Sementara itu, dalam periode 28 Februari hingga 2 Maret 2026, sebanyak 7.782 jemaah tercatat sudah tiba di Indonesia. Namun, masih ada jemaah yang menunggu kepastian penerbangan, khususnya yang menggunakan maskapai dengan skema transit.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa pemerintah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, termasuk penambahan armada Garuda Indonesia selama periode Ramadan serta penyesuaian rute apabila eskalasi situasi meningkat.
"Kami memastikan negara hadir. Keselamatan jemaah adalah prioritas utama. Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Luar Negeri dan seluruh pihak terkait untuk memastikan jemaah dapat kembali dengan aman," ujar Dahnil.
Pemerintah memastikan bahwa koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat guna menjaga keselamatan, kenyamanan, dan kepastian pelayanan bagi jemaah umrah Indonesia.