Beranda Warta Kementerian Sungai Mahakam Surut, Kementerian PU: Sangat Berpengaruh Pada Transportasi dan Logistik

Sungai Mahakam Surut, Kementerian PU: Sangat Berpengaruh Pada Transportasi dan Logistik

Pemerintah memantau ketat dampak surutnya sungai terhadap transportasi dan distribusi logistik.

0
Transportasi kapal sungai di Dermaga Mahakam Ulu Samarinda yang selama ini menjadi andalan angkutan logistik ke wilayah pedalaman Kaltim. (ANTARA/Ahmad Rifandi)

CARAPANDANG - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan bahwa kondisi kritis Sungai Mahakam di Kalimantan Timur yang mengalami penurunan debit air secara signifikan saat ini menjadi perhatian khusus. Pemerintah memantau ketat dampak surutnya sungai terhadap transportasi dan distribusi logistik.

Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti, mengungkapkan bahwa pemantauan dilakukan secara intensif oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV di sejumlah Pos Duga Air.

Data per 31 Agustus 2026 menunjukkan Tinggi Muka Air (TMA) di beberapa titik krusial, terutama di bagian hulu dan tengah Sungai Mahakam, berada pada level yang sangat rendah atau di bawah normal dan turun drastis dibanding tahun lalu.

"Penurunan TMA dapat menyebabkan kedalaman alur sungai semakin dangkal, sehingga berpotensi memengaruhi kelancaran transportasi sungai. Ini penting karena Sungai Mahakam masih memiliki fungsi strategis sebagai jalur transportasi dan distribusi logistik, terutama untuk wilayah Mahakam Ulu," jelas Diana kepada wartawan, Kamis (3/9/2026).

Kondisi ini telah mengganggu aktivitas pelayaran kapal barang dan tongkang batu bara, memaksa pengalihan sebagian distribusi logistik ke jalur darat hingga wilayah Ujoh Bilang karena akses air ke pedalaman seperti Long Pahangai dan Long Apari terputus.

Selain berdampak pada transportasi, surutnya Sungai Mahakam juga memicu krisis air baku dan kenaikan harga bahan pokok di wilayah pedalaman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here