"Salah satu keunggulan penelitian ini adalah pemanfaatan cassiavera sebagai komoditas unggulan Sumbar," ujar dia.
Indonesia memasok lebih dari 85 persen kebutuhan cassiavera dunia di mana sekitar 80 persen ekspor nasional berasal dari Provinsi Sumbar.
"Selama ini cassiavera lebih banyak dipasarkan sebagai bahan mentah. Melalui penelitian ini, kami berupaya meningkatkan nilai tambahnya menjadi produk pangan fungsional yang memiliki potensi mendukung kesehatan, khususnya kesehatan kardiovaskular," kata dia.
Ia menambahkan cassiavera dikombinasikan dengan bawang dayak karena keduanya mengandung senyawa bioaktif seperti polifenol, flavonoid dan senyawa fenolik yang berpotensi membantu menjaga tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit jantung koroner.
"Sebagai bagian dari tahapan penelitian, tim juga telah melakukan pengujian in vivo (pra-klinis) menggunakan hewan coba untuk mengevaluasi potensi produk terhadap hipertensi," ujarnya.