Bima mengatakan penggunaan e-voting juga dapat mengurangi potensi kesalahan manusia yang muncul akibat kelelahan petugas. Dalam jangka panjang, kata dia, sistem tersebut dinilai dapat mengurangi sebagian besar kebutuhan logistik pemilu dan membuat proses pemungutan suara lebih praktis.
Dia menilai perkembangan teknologi telah membawa Indonesia memasuki fase demokrasi digital. Hal itu, kata dia, terlihat dari semakin luasnya penggunaan sistem digital dalam berbagai aspek pendukung penyelenggaraan pemilu.
Oleh sebab itu, dia berharap seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi untuk menyusun peta jalan demokrasi digital secara komprehensif.
Menurut dia, peta jalan tersebut diperlukan agar transformasi digital kepemiluan dapat diterapkan secara matang, aman, dan berintegritas menuju Pemilu 2029.
"Intinya menuju masa depan digitalisasi pemilu hanya bisa kita lakukan dengan kolaborasi dan co-creation," katanya.