Beranda Internasional Xiplomacy: Dari Janji Menuju Kemajuan

Xiplomacy: Dari Janji Menuju Kemajuan

0
Xiplomacy: Dari Janji Menuju Kemajuan

Mulai dari penerapan penuh kebijakan bebas bea masuk bagi seluruh 53 negara Afrika yang memiliki hubungan diplomatik dengan China hingga pengembangan proyek-proyek mata pencaharian yang "kecil namun indah", seperti Sanggar Kerja Luban (Luban Workshop) dan teknologi Juncao, kerja sama China-Afrika kian berfokus pada pewujudan manfaat nyata.

Paul Frimpong, direktur eksekutif Pusat Afrika-China untuk Kebijakan dan Advisori (Africa-China Center for Policy and Advisory), sebuah wadah pemikir yang berbasis di Ghana, menilai "China akan senantiasa menjadi mitra yang paling dapat diandalkan bagi Afrika dalam perjalanan Afrika menuju modernisasi."

Janji yang ditepati di masa krisis memberikan arti yang sangat besar. Saat pandemi COVID-19 melanda dunia, Xi menegaskan tekad kuat China untuk memperkuat kerja sama internasional sebagai negara besar yang bertanggung jawab.

China saat itu menjadi negara pertama yang mengusulkan vaksin COVID-19 sebagai barang publik global dan bekerja sama dengan negara-negara berkembang untuk memproduksi vaksin secara lokal, serta mengerahkan sumber daya untuk membantu menjembatani "kesenjangan kekebalan" global.

Komitmen Xi untuk menepati janji juga tercermin dalam upaya berkelanjutan China selama bertahun-tahun untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi semua.

 Pada September 2020, Xi mengumumkan China akan berupaya mencapai puncak emisi karbon dioksida sebelum 2030 dan mencapai netralitas karbon sebelum 2060.

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here