Gelombang panas yang berkelanjutan saat musim panas di Eropa mendorong semakin banyak rumah tangga mempertimbangkan kembali opsi untuk menyejukkan diri mereka, sebuah tren yang menciptakan peluang baru bagi produsen peralatan China menyasar pasar yang telah lama menolak penggunaan penyejuk udara (air conditioner/AC).
Eropa tengah dilanda gelombang panas ekstrem yang datang lebih awal dari biasanya, memicu tindakan darurat di berbagai negara. Prancis menutup hampir 1.900 sekolah karena suhu tinggi, dilansir dari Reuters, Rabu (2/7/2025).
Benua Eropa tengah bersiap menghadapi gelombang panas besar pertama pada tahun ini. Melansir The Guardian, Senin (30/6/2025), suhu diperkirakan bakal mencapai 42 derajat Celcius di berbagai wilayah.
Lonjakan suhu mendadak mulai terjadi sejak Selasa (17/6/2025). Kota Kofu mencatat suhu tertinggi 38,2 derajat Celsius, atau lebih dari 10 derajat di atas rata-rata suhu pertengahan Juni.
Musim panas sering disertai peningkatan gelombang panas yang memperburuk kualitas udara bisa berdampak serius pada kelompok rentan dengan masalah pernapasan seperti penderita asma.
Orang-orang menyejukkan diri di sebuah pantai di Laut Mediterania saat gelombang panas menerpa di Alexandria, Mesir, pada 23 Juli 2024. (Xinhua/Ahmed Gomaa)
Beberapa kota di Italia berada dalam peringatan suhu panas tertinggi pada Jumat (19/7), seiring dengan gelombang panas yang menyebabkan suhu ekstrem dan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada akhir pekan.