Tepat pada peringatan Hari Perempuan Internasional hari ini, Komnas Perempuan meluncurkan Catatan Tahunan (CATAHU) 2025 yang menunjukkan angka pengaduan mencapai 376.529 kasus, meningkat 14,07 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 330.097 kasus.
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo menyatakan bahwa hasil penyelidikan mendalam menyimpulkan peristiwa yang dilaporkan tidak memenuhi unsur tindak pidana sesuai peraturan perundang-undangan.
KemenPPPA menegaskan bahwa kekerasan tidak selalu tampak dalam bentuk luka fisik. Kekerasan dapat berupa tindakan merendahkan, mengintimidasi, mengendalikan, hingga menimbulkan penderitaan psikis dan seksual.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanaese pada Minggu mengutuk keras penembakan massal yang mematikan di Sydney, dan mengatakan dengan tegas bahwa "tidak ada tempat untuk kekerasan dan kebencian" di negara itu.
Warga berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa untuk memperingati Hari Antikekerasan terhadap Perempuan Internasional di Jakarta pada 25 November 2024. (Xinhua/Veri Sanovri)
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merasa miris dan prihatin, atas meningkatnya kasus kekerasan terhadap warga sipil di Sudan. Kekerasan tersebut, terjadi setelah Kota El Fasher di Darfur Utara direbut oleh Rapid Support Force (RSF).
Para pengungsi duduk di bawah tenda-tenda yang dibangun dari kayu dan kain di Tawila, Darfur Utara, Sudan, pada 8 Agustus 2025. (Xinhua/Program Pangan Dunia PBB)
Platform video YouTube, memperketat kebijakan terhadap konten game kekerasan dan perjudian daring. Langkah ini mulai diberlakukan secara global pada 17 November 2025 mendatang.
Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menyerukan gerakan damai, sekaligus menghentikan segala bentuk kekerasan, dalam aksi massa yang eskalasinya meningkat di berbagai daerah.