Ratusan pedagang kaki lima yang menjadi korban pungutan liar oleh preman berkedok organisasi kemasyarakatan (ormas) di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, sudah direlokasi.
Kami terus melakukan dan memperkuat operasi sistematis untuk menciptakan ekosistem keamanan yang berkelanjutan. Ini juga sesuai harapan dari seluruh masyarakat Indonesia
Polri meminta warga yang merasa diresahkan aksi premanisme melaporkan hal tersebut ke kantor polisi terdekat, call center 110 atau Whatsapp pengaduan Divisi Humas Polri di 089682333678
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan, pihaknya tidak akan pandang bulu saat menertibkan aksi premanisme. Menurut Kapolri, dari kelompok manapun itu, aksi premanisme akan ditertibkan tanpa pandang bulu.
Kepolisian Resor Metro (Polrestro) Jakarta Utara menangkap 24 preman dalam Operasi Berantas Jaya 2025 sebagai upaya meningkatkan ketertiban masyarakat.
Dalam konferensi persnya Wakapolda Banten Brigjen Hengki mengatakan dari jumlah tersebut, 63 pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka sementara 429 orang dalam pembinaan.
“36 dari 44 target operasi berhasil diungkap atau setara dengan 81,82 persen dari total target yang ditetapkan. Kami juga mengamankan 109 pelaku non-target dan mencatat 98 korban,”
Anggota Komisi III, Andi Amar Ma'ruf Sulaiman, menyoroti bahwa masalah premanisme bukan hanya terjadi di satu daerah saja, melainkan juga merambah hingga ke Sulawesi Selatan
Pemerintah membentuk Satgas Terpadu Operasi Penanganan Premanisme dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang meresahkan masyarakat dan menganggu investasi. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Budi Gunawan.
Wakil Ketua MPR, Eddy Soeparno mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk segera menertibkan praktik premanisme yang berkedok organisasi kemasyarakatan (ormas).