CARAPANDANG - Stroke tidak terjadi begitu saja. Menurut dokter spesialis saraf subspesialis neurokritikal dan intensif Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) dr. Ramdinal Aviesena Zairinal, Sp.N(K), ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami stroke, terutama yang berkaitan dengan kesehatan pembuluh darah.
Stroke sendiri merupakan penyakit vaskular yang menyerang pembuluh darah di otak. Karena itu, berbagai gangguan pada pembuluh darah dapat menjadi pemicu terjadinya kondisi tersebut.
“Ketika stroke ini terjadi, memang ada banyak faktor risiko yang terlibat di sana. Ada darah tinggi, diabetes, sakit jantung, dan faktor-faktor yang tidak bisa dikontrol, misalnya ada keturunan,” kata dokter yang akrab disapa Sena itu kepada ANTARA, di Jakarta, Jumat.
Sena menjelaskan, stroke sering kali berkaitan dengan masalah kesehatan lain yang sudah dialami pasien sebelumnya, seperti hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung. Karena itu, penanganan pasien stroke tidak hanya berfokus pada stroke itu sendiri, tetapi juga penyakit penyerta yang dapat memperburuk kondisi.
Selain itu, faktor genetik juga berperan dalam meningkatkan risiko stroke. Riwayat keluarga, kelainan pembuluh darah, hingga gangguan kekentalan darah dapat menjadi pemicu seseorang terkena penyakit tersebut.