Beranda Warta Kementerian Bahlil Targetkan 2027 Berhenti Impor Bensin

Bahlil Targetkan 2027 Berhenti Impor Bensin

Syaratnya, kapasitas produksi kilang dalam negeri harus sudah mampu memenuhi seluruh kebutuhan domestik.

0
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

CARAPANDANG - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka peluang penghentian impor bensin beroktan tinggi (RON 92, RON 95, dan RON 98) pada tahun 2027. Syaratnya, kapasitas produksi kilang dalam negeri harus sudah mampu memenuhi seluruh kebutuhan domestik.

"Kalau semuanya ini (RON 92, RON 95, dan RON 98) produknya sudah ada, itu berarti kita sudah tidak perlu impor lagi," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Ia menargetkan penambahan produksi ketiga jenis bahan bakar minyak (BBM) tersebut dapat direalisasikan pada 2027, kemungkinan di semester kedua.

Jika tercapai, seluruh impor BBM jenis itu akan dihentikan dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta akan dialihkan untuk membeli dari Pertamina.

"Sekarang masih diberi kuota impor karena kapasitas produksi kita belum cukup," jelas Bahlil, seraya menambahkan bahwa pemberian kuota untuk swasta masih dalam proses penghitungan.

Langkah ini didukung oleh proyek revitalisasi kilang. Pada Senin (12/1), Presiden bersama Bahlil meresmikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan yang disebut dapat memotong impor bensin hingga 5,8 juta kiloliter per tahun.

Data Kementerian ESDM menunjukkan kebutuhan nasional akan bensin mencapai sekitar 38,5 juta kiloliter per tahun, sementara produksi dalam negeri baru sekitar 14,27 juta kiloliter.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here