Beranda Sejarah Charlie Chaplin dan Komunisme

Charlie Chaplin dan Komunisme

Salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perfilman dunia, Charlie Chaplin, pernah mengalami pengasingan dari Amerika Serikat

0
Ilustrasi - Charlie Chaplin

Situasi semakin memanas setelah Chaplin merilis film “Monsieur Verdoux” (1947) yang menyindir kapitalisme dan perang. Beberapa pihak menilai film tersebut memiliki pesan politik yang kontroversial.

Chaplin juga pernah mengkritik keras nasionalisme ekstrem dan perang, termasuk melalui film satirnya yang terkenal, “The Great Dictator” (1940), yang mengejek Adolf Hitler dan fasisme.

Pada September 1952, Chaplin bersama keluarganya berlayar menuju Inggris untuk menghadiri pemutaran perdana filmnya “Limelight” di London.

Namun ketika kapal yang ditumpanginya masih berada di tengah perjalanan, pemerintah Amerika Serikat melalui Jaksa Agung James P. McGranery mengumumkan bahwa izin masuk kembali Chaplin ke AS dicabut.

Pemerintah menyatakan Chaplin harus menjalani proses pemeriksaan terkait pandangan politik dan moralitasnya jika ingin kembali ke Amerika.

Chaplin menanggapi keputusan tersebut dengan kekecewaan. Ia menyatakan tidak ingin kembali ke negara yang memperlakukannya seperti itu.

“Saya tidak ingin kembali ke negara yang memperlakukan saya dengan cara seperti ini,” kata Chaplin dalam beberapa pernyataan kepada pers saat itu.

Setelah keputusan tersebut, Chaplin memutuskan tidak kembali ke Amerika Serikat. Ia kemudian menetap di Corsier-sur-Vevey, Swiss, bersama istrinya Oona O’Neill dan anak-anak mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here