Dari sana Chaplin tetap berkarya, meskipun tidak seproduktif saat berada di Hollywood. Beberapa film yang ia buat setelah pengasingan itu antara lain “A King in New York” (1957), yang secara satir mengkritik politik Amerika dan era perburuan komunis.
Selama dua dekade berikutnya, Chaplin hidup relatif jauh dari industri film Amerika yang pernah membesarkan namanya.
Baru pada 1972, lebih dari 20 tahun setelah kontroversi tersebut, Chaplin diundang kembali ke Amerika Serikat untuk menerima Academy Honorary Award dari Academy of Motion Picture Arts and Sciences.
Saat menghadiri acara Oscar itu, Chaplin menerima standing ovation selama sekitar 12 menit, salah satu yang terlama dalam sejarah Academy Awards. Momen tersebut dianggap sebagai bentuk rekonsiliasi Hollywood terhadap tokoh yang pernah mereka tinggalkan.
Charlie Chaplin kemudian kembali ke Swiss dan meninggal dunia pada 25 Desember 1977 pada usia 88 tahun.
Peristiwa pengasingan Chaplin dari Amerika Serikat hingga kini sering disebut sebagai salah satu contoh paling terkenal dari dampak politik era McCarthyisme terhadap dunia seni dan perfilman.