Program tersebut juga mencakup pendampingan (mentoring), pengembangan kepemimpinan, serta program kesiapan karier.
Danantara Indonesia Trust menyebutkan bahwa program tersebut penting, mengingat sekitar seperlima pemuda Indonesia usia 15–24 tahun berstatus tidak sekolah, tidak bekerja, atau tidak mengikuti pelatihan (Not in Education, Employment or Training/NEET).
Di bidang budaya, Danantara Indonesia Trust menjalin kerja sama dengan Museum dan Cagar Budaya untuk pengembangan Perpustakaan Danantara Indonesia Trust di Museum Nasional.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan dukungan tersebut juga akan membantu revitalisasi dua bagian Museum Nasional yang terdampak kebakaran pada 2023.
“Terima kasih sekali lagi kepada Danantara Indonesia Trust. Kami sangat terbantu sekali terutama dengan museum, dengan perpustakaan,” ujar Fadli.
Ia mengatakan penguatan sektor budaya penting untuk menjadikan kekayaan budaya Indonesia sebagai national treasure dan soft power nasional.
Ketua Danantara Indonesia Trust Nuraini Razak mengatakan ketiga kemitraan tersebut dipilih untuk menjawab kebutuhan pembangunan yang mendesak, mulai dari kesehatan ibu dan anak hingga akses pendidikan dan literasi budaya.
“Melalui kolaborasi ini, program-program tersebut akan menjadi fondasi Danantara Indonesia Trust sebagai platform yang memobilisasi aksi kolektif, mendorong solusi berskala besar, dan menghadirkan dampak nyata di seluruh Indonesia,” ungkap Nuraini.