Belum tentu. Bisa jadi, semakin memahami persoalan keuangan justru membuat generasi muda semakin sadar terhadap risiko yang mereka hadapi. Mereka mengetahui pentingnya dana darurat karena memahami kemungkinan kehilangan penghasilan. Mereka mencari sumber pendapatan tambahan karena menyadari satu pekerjaan belum tentu cukup menjamin keamanan ekonomi. Mereka tertarik pada investasi dan perlindungan finansial karena masa depan tidak selalu mudah diprediksi.
Di situlah paradoks Generasi Z berada. Literasi finansial yang tinggi tidak selalu menghapus kecemasan ekonomi. Dalam beberapa keadaan, kesadaran terhadap risiko justru mendorong pencarian berbagai strategi untuk menghadapinya. Salah satu strategi itu adalah side hustle. Side hustle memiliki dua wajah. Di satu sisi, ia merupakan peluang. Perkembangan teknologi digital memungkinkan generasi muda memperoleh penghasilan dari keterampilan dan kreativitas tanpa harus sepenuhnya bergantung pada pekerjaan konvensional. Menjadi pekerja lepas, membuka toko daring, membuat konten, atau menawarkan jasa melalui platform digital membuka kemungkinan mobilitas ekonomi yang lebih luas. Bagi sebagian orang, pekerjaan tambahan merupakan pilihan untuk bereksperimen, mengembangkan minat, sekaligus membangun sumber pendapatan baru.