Padahal, tidak semua waktu harus menghasilkan uang. Tidak semua anak muda harus menjadi pengusaha. Tidak semua hobi perlu dimonetisasi. Dan tidak semua orang yang bekerja lebih banyak sedang mengejar kesuksesan. Sebagian hanya sedang mencari rasa aman. Jika satu generasi merasa perlu terus menambah sumber pendapatan untuk menghadapi masa depan, persoalannya tidak semata-mata terletak pada etos kerja atau kemampuan mereka mengelola uang. Kita juga perlu melihat struktur ekonomi dan perubahan dunia kerja yang membuat kepastian semakin sulit diperoleh dari satu pekerjaan.
Di sinilah literasi finansial perlu ditempatkan secara proporsional. Literasi tetap penting. Generasi muda perlu memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, mengenali risiko utang, memahami investasi, serta mampu menghindari penipuan keuangan. Namun, literasi tidak dapat memikul seluruh beban persoalan ekonomi. Ada kecenderungan untuk melihat kesulitan finansial sebagai kegagalan individu dalam mengatur uang. Ketika seseorang mengalami tekanan ekonomi, pertanyaan yang muncul sering kali sederhana: apakah ia sudah cukup hemat? Apakah ia sudah mampu membuat anggaran?