Beranda Politik Gerindra Bela Prabowo soal Intensitas ke Luar Negeri

Gerindra Bela Prabowo soal Intensitas ke Luar Negeri

Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menyatakan bahwa penilaian yang hanya menyoroti biaya operasional perjalanan merupakan cara pandang yang parsial.

0
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut Presiden Prabowo (Ludovic Marin/AFP/Kumparan)

"Prabowo melangkah lebih awal sebelum didikte oleh negara lain. Dia mengambil posisi tegas dalam menyatakan kedaulatan dan membela warga negaranya dengan terukur," tegas Sugiat.

Pembelaan ini disampaikan Gerindra di tengah lawatan Prabowo ke Eropa pada akhir Mei 2026. Sugiat menjelaskan bahwa kunjungan yang mencakup Prancis, Austria, dan Hungaria bukanlah perjalanan biasa, melainkan upaya mengamankan kepentingan nasional di tengah persaingan blok Barat dan Timur.

· Prancis dinilai penting karena memiliki kekuatan militer dan teknologi terbesar di Eropa Barat. Sugiat menyebut kedekatan politik dengan Presiden Emmanuel Macron yang dibangun melalui kunjungan berulang adalah syarat mutlak untuk mendapatkan akses transfer teknologi pertahanan yang tidak sembarangan negara bisa beli.

· Austria disebut sebagai gerbang industri manufaktur presisi Eropa Tengah yang penting bagi kerja sama ekonomi.

· Hungaria menjadi fokus utama karena merupakan pusat pembangunan pabrik baterai mobil listrik (gigafactory) di Uni Eropa.

"Masuk ke Hungaria berarti mengunci posisi Indonesia dalam rantai pasok baterai masa depan Eropa," jelas Sugiat.

Gerindra juga menegaskan bahwa kunjungan ke Prancis ini adalah bukti bahwa Indonesia tidak mengekor ke Amerika Serikat atau tunduk kepada China.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here