Salat yang dilakukan dengan khusyuk dan tepat waktu bertindak sebagai ruang isolasi mandiri (sanctuary) dari kebisingan dunia. Di dalam sujud yang panjang, seorang profesional dapat menumpahkan segala keluh kesah, memohon petunjuk atas keputusan bisnis yang sulit, dan mengisi kembali baterai jiwanya yang telah kosong. Shalat tepat waktu memotong siklus stres sebelum sempat menumpuk menjadi depresi atau burnout. Setelah lima belas menit memisahkan diri dari dunia untuk menghadap Allah, seorang pekerja akan kembali ke meja kerjanya dengan perspektif yang lebih segar, pikiran yang lebih jernih, dan energi baru yang jauh lebih berkah.
Ikhtiar Keempat : Menyeimbangkan Antara Ikhtiar dan Tawakal
Pada akhirnya, menemukan ketenangan jiwa di paruh waktu kerja yang padat, menuntut kita untuk menyeimbangkan antara ikhtiar lahiriah dan tawakal batiniah. Sebagai profesional muslim, kita dituntut untuk bekerja dengan ihsan, yakni memberikan performa terbaik dan profesional. Namun, kedamaian hati memerlukan juga kesadaran dalam mengetahui batas-batas kemampuan kita sebagai manusia.