CARAPANDANG – Iran mulai memberlakukan sejumlah aturan baru bagi kapal yang ingin melintasi Selat Hormuz. Aturan yang paling mencolok yaitu kewajiban membayar biaya transit menggunakan mata uang kripto. Dan aturan tersebut langsung memicu perhatian bagi pelaku industri pelayaran global.
Kebijakan ini muncul di tengah situasi gencatan senjata yang masih rapuh di kawasan. Alih-alih meredakan ketegangan, aturan baru ini justru menambah ketidakpastian, terutama karena Iran kini memperketat pengawasan terhadap setiap kapal yang melintas, dengan alasan mencegah penyelundupan senjata.
Dikutip dari Iran Wire dan diberitakan oleh RMol.id pada Jumat 17 April 2026, dalam skema yang diterapkan, kapal tanker wajib mengirimkan data muatan (manifes) terlebih dahulu kepada otoritas Iran.