Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) AS mengonfirmasi serangan tersebut. Dalam pernyataannya, komando itu mengatakan bahwa "pesawat tempur AS dan Arab Saudi menyerang beberapa lokasi logistik dan persenjataan teroris di berbagai wilayah Irak timur sebagai respons tegas terhadap lebih dari 30 serangan drone yang diarahkan oleh Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) dalam 72 jam terakhir."
CENTCOM menyatakan bahwa milisi-milisi "yang bersekutu dengan Iran" di Irak telah melancarkan lebih dari 600 upaya serangan terhadap warga negara dan fasilitas AS selama periode Februari hingga April. Komando itu juga memperingatkan bahwa Iran dan kelompok-kelompok "proksinya" harus menghentikan serangan tersebut atau menghadapi respons militer lebih lanjut dari AS.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Arab Saudi sebelumnya pada pekan ini melaporkan bahwa sistem pertahanan udaranya telah mencegat sejumlah drone yang berasal dari wilayah Irak dan menargetkan fasilitas-fasilitas minyak utama di negara kerajaan tersebut.
Serangan gabungan AS-Arab Saudi itu terjadi di tengah upaya diplomatik yang dilakukan Baghdad. Dewan Menteri untuk Keamanan Nasional Irak mengecam serangan AS-Arab Saudi itu, seraya mengatakan bahwa serangan tersebut terjadi saat "pemerintah Irak secara aktif berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memverifikasi dan menindaklanjuti kekhawatiran yang disampaikan oleh Arab Saudi maupun AS terkait penargetan wilayah Arab Saudi."