CARAPANDANG - Presiden AS Donald Trump meragukan kelayakan Wakil Presiden JD Vance sebagai penerusnya, The New York Times (NYT) melaporkan pada Sabtu (30/5), mengutip sumber yang mengetahui hal itu.
Menurut laporan tersebut, Trump secara rutin meminta pendapat baik mengenai Vance maupun Menteri Luar Negeri Marco Rubio.
Pada awal Mei, Trump bahkan menanyakan kepada sejumlah tamu dalam sebuah acara tentang siapa yang lebih layak menjadi kandidat presiden.
Namun, surat kabar tersebut menyebut Trump telah menunjukkan bahwa dirinya tidak mendukung keduanya.
NYT melaporkan bahwa ketika melakukan jajak pendapat pribadi mengenai Vance dan Rubio, Trump kerap membandingkan kinerja Vance dengan pencapaiannya sendiri.
Trump juga berulang kali mengatakan kepada para pendukungnya bahwa Vance tidak pernah memenangkan pemilihan yang kompetitif tanpa bantuannya.
Ia juga menyinggung jumlah hari libur yang diambil Vance selama menjabat sebagai wakil presiden.
Sementara itu, Trump sendiri disebut jarang mengambil liburan.
Menurut laporan NYT, Trump juga menyoroti sejumlah momen ketika Vance dinilai bertindak kurang sesuai dengan posisinya.
Presiden AS itu disebut pernah mengungkit insiden musim semi tahun lalu ketika Vance menjatuhkan trofi kejuaraan sepak bola negara bagian Ohio di halaman selatan Gedung Putih.
Dalam berbagai pertemuan, Vance juga disebut kerap menggeser-geser layar ponselnya dan menggunakan media sosial untuk berdebat dengan para pengkritiknya.