CARAPANDANG – Presiden Prabowo bisa mengambil contoh strategi yang dilakukan oleh Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie dalam menanggulangi nilai tukar Rupiah yang terus melemah terhadap Dolar AS.
Hal ini disampaikan oleh Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Prof. Didik J. Rachbini seperti dilansir RMOL, Rabu, 20 Mei 2026.
"Saya menjadi saksi dan pelaku langsung. Pada saat itu saya diangkat sebagai anggota Tim Reformasi Nasional bidang Ekonomi berdasarkan Keppres BJ. Habibie," ujarnya.
Didik mengatakan bahwa melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) 198/1998 tentang Pembentukan Tim Nasional Reformasi Menuju Masyarakat Madani, BJ. Habibie berhasil memperkuat nilai rupiah terhadap dolar.
"Karena faktor kepercayaan (trust) yang mulai terlihat setelah hampir setahun menjadi Presiden pada periode yang singkat, peran transisi BJ. Habibie yang awalnya diragukan karena dianggap sebagai bagian dari Orde Baru, perlahan mulai dipercaya karena komitmennya terhadap reformasi institusi ekonomi,"jelasnya.
Menurutnya keberhasilan BJ Habibie dalam mengatasi pelemahan rupiah terhadap dolar AS kerena mendapatkan kepercayaan dari publik. Selain itu, sebagai presiden Habibie tulus untuk memperbaiki negara tanpa ada agenda atau kepentingan tertentu.