CARAPANDANG - Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menyoroti masih besarnya ketimpangan antara kebutuhan dan ketersediaan susu nasional. Ia menegaskan pemerintah harus segera menutup celah pasokan tersebut demi menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Saleh menyampaikan, sejak diluncurkan, program MBG telah menunjukkan capaian yang cukup baik dan terus ditekankan agar tidak berhenti serta ditingkatkan dari waktu ke waktu. Namun demikian, menurutnya, seluruh komponen pendukung MBG harus dipastikan terpenuhi, terutama susu sebagai salah satu sumber gizi penting bagi anak-anak.
“Susu adalah salah satu makanan bergizi yang dapat meningkatkan kecerdasan anak-anak kita. Karena itu, ini tidak boleh dilupakan dan ditinggalkan,” ujar Saleh saat kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke PT Frisian Flag Indonesia di Cikarang, Kamis (5/2/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Komisi VII DPR RI meninjau langsung kemampuan industri susu nasional dalam memenuhi kebutuhan di lapangan. Dari hasil temuan, Saleh menilai masih terdapat jarak yang cukup besar antara kebutuhan riil masyarakat dan kapasitas produksi perusahaan.
“Kalau kebutuhannya mencapai 66 juta sementara produksi hanya 20 juta, berarti ada sekitar 40 juta kekurangan. Kekurangan tersebut harus dipenuhi dan dikejar oleh pemerintah,” tegasnya.