Istilah revenge bedtime procrastination atau "penundaan tidur balas dendam" sendiri merujuk pada kebiasaan menunda waktu tidur demi mendapatkan waktu luang setelah seharian sibuk bekerja atau beraktivitas.
Untuk mengurangi risiko gangguan kardiovaskular dan stroke, Gowda menyarankan beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari menjaga jadwal tidur dan bangun yang konsisten, mengurangi penggunaan layar gadget sekitar 45 menit sebelum tidur, menghindari konsumsi makanan berat dan kafein berlebihan pada malam hari, rutin berolahraga, mengelola stres dengan baik, hingga memeriksa tekanan darah dan kadar kolesterol secara berkala.
Dengan kata lain, tidur yang cukup bukan hanya soal menghilangkan rasa kantuk, tetapi juga menjadi salah satu investasi penting untuk menjaga kesehatan otak, jantung, dan tubuh secara keseluruhan.