Beranda Kolom Sekolah Nasional Terintegrasi Tantangan Baru Menjawab Ketimpangan Pendidikan

Sekolah Nasional Terintegrasi Tantangan Baru Menjawab Ketimpangan Pendidikan

Niat untuk menghadirkan 500 sekolah terpadu dari jenjang SMP hingga SMA yang dilengkapi fasilitas modern dan diproyeksikan menjadi hub inovasi merupakan bentuk perhatian negara yang patut diapresiasi.

0
ilustrasi/istimewa

Agar SNT tidak menjelma menjadi "menara gading" yang terisolasi, melainkan menjadi jembatan keadilan sosial, ada tiga solusi berbasis riset yang patut dipertimbangkan: Pertama, Membuka Pintu sebagai Social and Learning Hub: Komitmen Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, bahwa SNT tidak akan bersifat eksklusif harus diwujudkan dalam skema kerja sama yang konkret. Temuan UNESCO dalam Global Education Monitoring Report 2024/2025 menggarisbawahi bahwa inklusivitas dan kolaborasi antar-sekolah adalah kunci pemerataan mutu. SNT harus menerapkan konsep shared resources: laboratorium, perpustakaan digital, dan fasilitas olahraga SNT wajib terbuka untuk siswa dan guru dari sekolah-sekolah di sekitarnya.

Kedua, Menjamin Akses Mobilitas dan Kesejahteraan Siswa: Menempatkan SNT di daerah pinggiran adalah langkah strategis untuk memecah sentralisasi mutu. Namun, riset dari World Bank (2022) mengenai aksesibilitas pendidikan menunjukkan bahwa jarak fisik dan ketiadaan transportasi aman menjadi pemutus asa utama bagi anak-anak rentan untuk melanjutkan sekolah. Solusinya, SNT harus diintegrasikan dengan penyediaan transportasi (bus sekolah) yang tarifnya terjangkau atau beasiswa mobilitas, sehingga tidak ada anak yang terputus cita-citanya hanya karena tidak punya ongkos jalan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here