Beranda Kolom Sekolah Nasional Terintegrasi Tantangan Baru Menjawab Ketimpangan Pendidikan

Sekolah Nasional Terintegrasi Tantangan Baru Menjawab Ketimpangan Pendidikan

Niat untuk menghadirkan 500 sekolah terpadu dari jenjang SMP hingga SMA yang dilengkapi fasilitas modern dan diproyeksikan menjadi hub inovasi merupakan bentuk perhatian negara yang patut diapresiasi.

0
ilustrasi/istimewa

Ketiga, Pemberdayaan Pendidik Lokal melalui Community of Practice. Pakar pendidikan John Hattie (2023) menegaskan bahwa peningkatan kapasitas guru secara kolaboratif adalah faktor penentu utama (high-effect size) dalam mendongkrak capaian belajar siswa. Daripada sekadar memindahkan guru-guru unggulan dari kota besar ke SNT, pemerintah hendaknya menjadikan SNT sebagai pusat pelatihan dan coaching berkala bagi pendidik lokal. Pendekatan ini menghargai harkat guru setempat sekaligus memastikan peningkatan mutu terjadi secara serentak, bukan individual.

Memanusiakan Manusia

Kritik dan masukan ini lahir bukan dari rasa ragu, melainkan dari rasa sayang pada masa depan anak-anak bangsa. Kita merindukan hari di mana setiap anak Indonesia, di mana pun mereka lahir, bisa mengecap pendidikan yang sepadan tanpa merasa dinomorduakan.

Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara (1936), telah berpesan bahwa pendidikan adalah proses menuntun kodrat anak agar mereka mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. Keberhasilan SNT kelak tidak diukur dari megahnya arsitektur gedung yang berdiri, melainkan dari berapa banyak sekolah sekitar yang ikut terangkat mutunya dan berapa banyak senyum anak bangsa yang terselamatkan penderitaannya. Mari kita kawal SNT agar benar-benar menjadi ruang penyemaian manusia yang memanusiakan manusia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here