Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Susmelawati Rosya menyebutkan bahwa pelaku diduga kerap menjadi korban perundungan (bullying) di sekolah, yang memicu aksi nekatnya.
Saat ini, Densus 88 bersama Polda Sumbar masih terus mendalami motif serta kemungkinan adanya jaringan lain di balik aksi pelaku.