Friedrich Merz, pemimpin partai Persatuan Demokrat Kristen (Christian Democratic Union/CDU) Jerman, menggunakan hak suaranya di tempat pemungutan suara (TPS) di Arnsberg, Jerman, pada 23 Februari 2025. Para pemilih Jerman mendatangi TPS pada Minggu (23/2) untuk memutuskan susunan parlemen Bundestag, majelis rendah parlemen negara tersebut. (Xinhua/Zhang Fan)
Dilansir dari Refinitiv, rupiah dibuka menguat tipis 0,03% di angka Rp15.930/US$ pada hari ini, Rabu (4/12/2024). Namun tak sampai 10 menit sejak perdagangan dibuka, rupiah terpuruk hingga ke level Rp15.970/US$.
Berdasarkan data Refinitiv pada perdagangan awal Rabu (4/12/2024) pukul 6.23 WIb harga emas di pasar spot tercatat US$2.641,72 per troy ons, melemah 0,07% dari posisi sebelumnya.
Pemangkasan sebesar 50 bps lebih besar dibandingkan ekspektasi pasar yang hanya 25 bps. Pemangkasan ini merupakan yang pertama sejak Maret 2020 atau empat tahun lalu saat awal pandemi Covid-19.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa pagi bergerak menguat di tengah sikap 'wait and see' pelaku pasar terhadap kebijakan Bank Indonesia (BI) dan The Federal Reserve (The Fed).
Nilai tukar rupiah berhasil rebound dan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan akhir pekan ini Jumat (13/09/2024) bersamaan dengan optimisme pasar akan rencana pemangkasan suku bunga acuan bank sentral AS (The Fed).
Harga emas dunia dalam sepekan mengalami kenaikan. Penguatan ini terjadi di tengah penantian bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed untuk memangkas suku bunganya pada bulan depan.
Ketua Federal Reserve Jerome Powell memberikan sinyal bahwa pemangkasan suku bunga mungkin segera dilakukan, meskipun ia tidak memberikan indikasi pasti mengenai waktu atau besaran pemangkasan tersebut.
Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS pada akhir perdagangan Jumat menguat seiring pasar menunggu pidato Ketua bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed Jerome Powell
Sebagian besar mata uang Asia bergerak sedikit pada hari Rabu, sementara dolar stabil karena para pedagang menunggu sebelum rentetan isyarat tentang suku bunga AS dari Federal Reserve dan data inflasi utama.