Ancaman ini muncul hanya beberapa jam setelah gencatan senjata dua minggu diumumkan, menyusul serangan udara besar-besaran Israel yang menewaskan sedikitnya 254 orang di Lebanon pada Rabu (8/4/2026).
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara dalam sebuah konferensi pers di Gedung Putih di Washington DC, AS, pada 6 April 2026. (Xinhua/Li Yuanqing)
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bersumpah akan menanggapi setiap potensi serangan terhadap negara itu meskipun sudah ada pengumuman gencatan senjata oleh Teheran dan Washington.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres menyambut baik pengumuman gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku Washington sempat mencoba mengirimkan senjata kepada para demonstran di Iran awal tahun ini "melalui pihak Kurdi"
Proposal yang disampaikan melalui negara sahabat pada Kamis (2/4) itu tidak mendapat jawaban tertulis, melainkan direspons Teheran dengan melanjutkan serangan intensitas tinggi di medan perang.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan pihaknya tidak menginginkan gencatan senjata, tetapi penghentian perang secara total serta jaminan bebas dari serangan di masa depan dan kompensasi.
Turki mengusulkan gencatan senjata singkat untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah agar proses perundingan dapat dimulai, demikian laporan Middle East Eye, Senin (23/3).
Foto yang diabadikan pada 15 Maret 2026 ini menunjukkan bangunan-bangunan yang hancur di sebuah area permukiman di Teheran, Iran. (Carapandang/Xinhua/Shadati)
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menghadiri sebuah konferensi pers gabungan di Teheran, Iran, pada 18 Januari 2026. (Carapandang/Xinhua/Shadati)