Surat edaran tersebut menegaskan komitmen negara dalam menjamin hak peserta didik untuk memperoleh layanan pendidikan yang aman, bermakna, dan berkelanjutan meskipun berada dalam kondisi terdampak bencana. Kemendikdasmen menekankan bahwa keselamatan seluruh warga satuan pendidikan merupakan prioritas utama dalam setiap pengambilan kebijakan.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menginstruksikan seluruh sekolah pada jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah untuk melaksanakan Pagi Ceria dan Upacara Bendera secara serentak pada hari pertama efektif masuk sekolah.
Pengembangan TKA untuk jenjang SD/MI/sederajat dan SMP/MTs/sederajat merupakan kelanjutan dari kebijakan pemetaan akademik yang telah diterapkan pada jenjang pendidikan menengah.
Hingga saat ini, Kemendikdasmen telah menyalurkan bantuan berupa tenda darurat, 1.005 school kit, serta bantuan dana pendidikan dengan total nilai Rp450 juta.
Revitalisasi satuan pendidikan merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto sebagai ikhtiar untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional sejak usia dini,
Menteri Mu’ti menjelaskan bahwa memiliki banyak teman sangat membantu murid dalam memberikan rasa aman, percaya diri, serta berkembang di lingkungan sosial.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengapresiasi kepemimpinan Gubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda, dalam menyukseskan program revitalisasi dan digitalisasi pendidikan di provinsi tersebut.
Abdul Mu’ti mengatakan bahwa gerakan itu merupakan tindak lanjut sekaligus arahan Presiden Prabowo dalam rangka menciptakan budaya sekolah yang aman dan nyaman.
Melihat dampak bencana yang signifikan terhadap gedung sekolah, Menteri Mu'ti mengungkapkan bahwa sekolah tersebut akan mendapatkan prioritas khusus dalam Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun anggaran 2026.