CARAPANDANG – Pemerintah Indonesia harus melakukan komunikasi intensif dengan kerajaan Arab Saudi untuk membahas kepastian penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.
Menurut ibadah haji tahun ini berbeda, sebab terjadi konflik antara Iran dengan Israel yang dibantu Amerika Serikat yang mengancam kawasan Timur Tengah, termasuk Arab Saudi.
Dia mengatakan, memang sampai saat ini belum ada maklumat yang disampaikan oleh Kerajaan Arab Saudi terkait larangan haji. Berbeda pada musim haji 2019, Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan maklumat tidak menggelar haji karena wabah virus Covid-19.