MPLS sebagai Awal Pendidikan Karakter
MPLS Ramah juga menempatkan pembentukan karakter sebagai fokus utama. Orientasi siswa baru tidak lagi sebatas mengenalkan ruang kelas, tata tertib, atau struktur organisasi sekolah, melainkan menjadi momentum menanamkan nilai saling menghormati, disiplin, tanggung jawab, kepedulian, dan semangat gotong royong.
Thomas Lickona (1991) menyatakan pendidikan karakter merupakan proses membentuk kebiasaan berpikir, bersikap, dan bertindak secara baik melalui pengalaman yang konsisten. Karena itu, hari-hari pertama di sekolah memiliki pengaruh besar dalam membentuk budaya positif peserta didik.
Di tingkat SMK, pendidikan karakter menjadi semakin penting. Dunia kerja saat ini tidak hanya membutuhkan lulusan yang kompeten secara teknis (hard skills), tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, integritas, kolaborasi, disiplin, dan etos kerja. World Economic Forum (2025) bahkan menempatkan kemampuan bekerja sama, berpikir kritis, adaptabilitas, dan resiliensi sebagai kompetensi utama yang dibutuhkan dunia kerja masa depan.
Kolaborasi Menjadi Kunci
MPLS Ramah 2026 juga menegaskan bahwa keberhasilan orientasi sekolah merupakan tanggung jawab bersama antara guru, orang tua, panitia, dan kakak kelas. Pendekatan ini mencerminkan konsep school ecosystem, yaitu pendidikan yang dibangun melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.