CARAPANDANG - Kebiasaan begadang demi menyelesaikan pekerjaan, maraton serial favorit, atau sekadar scrolling media sosial hingga larut malam ternyata bisa berdampak lebih serius dari yang banyak orang kira. Dokter ahli neurologi mengingatkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, termasuk stroke ringan.
Dikutip dari Times of India, dokter spesialis neurologi Chandana R Gowda menjelaskan bahwa kurang tidur kronis merupakan salah satu faktor risiko masalah neurologis dan kardiovaskular yang sering kali terabaikan.
Salah satu kondisi yang berkaitan dengan kebiasaan ini adalah Transient Ischemic Attack (TIA) atau yang lebih dikenal sebagai stroke ringan.
TIA terjadi ketika aliran darah ke sebagian area otak terhambat untuk sementara waktu. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai gejala yang muncul secara mendadak, seperti mati rasa atau kelemahan pada satu sisi tubuh, kesulitan berbicara, penglihatan kabur, hingga kebingungan yang berlangsung selama beberapa menit.
Meski gejalanya sering kali hilang dengan cepat, TIA tidak boleh dianggap remeh. Dalam dunia medis, kondisi ini merupakan sinyal peringatan bahwa seseorang berisiko mengalami stroke yang lebih serius di kemudian hari.