Pasukan bersenjata Iran dilaporkan melancarkan serangan terhadap posisi militer Amerika Serikat di Yordania, menurut laporan media Rusia RIA Novosti yang mengutip sumber pejabat AS kepada Fox News.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Sabtu (29/8) mengatakan nota kesepahaman (MoU) perdamaian yang ditandatangani antara Iran dan Amerika Serikat (AS) sesuai dengan kepentingan negaranya, kawasan Asia Barat, dan dunia.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Jumat (28/8), mengatakan bahwa Teheran telah menyepakati rute pelayaran melalui Selat Hormuz dengan Oman dan akan membuka kembali Selat Hormuz jika Amerika Serikat (AS) memenuhi komitmennya
Perjanjian tersebut ditandatangani Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dan Sharif selama pertemuan puncak di Istana Al-Safa.
Operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran telah memicu krisis keuangan serius di tubuh angkatan bersenjata dan memaksa pimpinan Angkatan Laut AS mengalihkan dana
Wakil Menteri Perminyakan Iran Ahmad Zeraatkar mengatakan Teheran telah memulihkan sekitar 40 persen kapasitas produksi yang rusak di ladang minyak dan gas South Pars.
Serangan Iran dilaporkan menimbulkan kerusakan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap fasilitas intelijen dan peralatan pengawasan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah,
Pemerintah China menyebut hubungan kerja samanya dengan Iran berada dalam kerangka internasional sehingga tidak boleh diganggu, termasuk oleh Amerika Serikat.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei berbicara dalam sebuah konferensi pers mingguan di Teheran, Iran, pada 17 Agustus 2026. (Xinhua/Shadati)
Foto yang diabadikan menggunakan telepon seluler ini memperlihatkan kapal-kapal dagang yang tertahan di perairan Selat Hormuz, dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, pada 29 Mei 2026. (Carapandang/Xinhua/Wen Xinnian)
Orang-orang ambil bagian dalam prosesi penghormatan kepada mendiang pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei di Teheran, Iran, pada 6 Juli 2026. (Xinhua/Kantor Berita Mehr)