Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeli Baghaei, Senin (22/6), mengatakan bahwa perundingan antara Iran dan AS di Swiss tidak terganggu oleh ancaman Presiden AS Donald Trump terhadap Iran
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Senin (22/6) mengatakan perundingan dengan Amerika Serikat di Swiss menunjukkan kemajuan signifikan dalam upaya mengakhiri konflik di Lebanon dan mengurangi tekanan terhadap perekonomian Iran
Seorang pejabat Amerika Serikat bahkan menilai bahwa keberadaan militer Israel di wilayah selatan Lebanon menjadi ancaman serius bagi stabilitas kesepakatan.
Iran akan menutup Selat Hormuz bagi pelayaran sebagai respons atas pelanggaran memorandum perdamaian oleh Amerika Serikat dan berlanjutnya serangan Israel di Lebanon, menurut pernyataan militer Iran, Sabtu (20/6)
Wakil Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Korea Selatan, Jepang, dan Mongolia, David Wylezol, dalam forum di Washington DC, Kamis (18/6), menyatakan bahwa denuklirisasi Korea Utara menjadi prioritas utama pemerintahan Trump.
Tentunya kita pernah merasa sangat bingung, terjebak di jalan buntu, atau sulit mengambil keputusan. Saat berada di posisi ini, biasanya kita akan memaksa otak berpikir keras, bertanya ke sana-kemari, atau malah stres sendiri
Dewan Tertinggi Keamanan Nasional Iran (SNSC) mengumumkan bahwa kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz dibebaskan dari biaya selama 60 hari sesuai Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, Jumat, mengisyaratkan respons keras jika kesepakatan dengan AS dilanggar atau tuntutan yang berlebihan diajukan.
Kesepakatan yang terdiri dari 14 poin ini mencakup penghentian permanen operasi militer di semua front, termasuk Lebanon, serta pembukaan kembali Selat Hormuz yang sebelumnya menjadi sandera konflik dan memicu lonjakan harga energi global.
Israel sebagai sekutu AS harus memiliki komitmen untuk menjalankan kesepatan tersebut. Sebab, Israel selama ini kerap melanggar berbagai kesepakatan yang telah dibuat.