Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin mengumumkan pemberlakuan tarif sebesar 25 persen terhadap semua negara yang masih berdagang dengan Iran.
Kebijakan ini disampaikannya saat Washington mempertimbangkan respons terhadap situasi di Iran yang dilanda protes anti-pemerintah terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Teheran siap memberi "pelajaran yang tak terlupakan" kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump jika Washington memutuskan menyerang Iran, kata Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, Senin.
Trump telah mendapat pengarahan dalam beberapa hari terakhir mengenai berbagai rencana intervensi, kata para pejabat, seiring dengan kekerasan di Iran yang telah menewaskan puluhan orang dan menyebabkan banyak penangkapan.
Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (10/1) mengatakan bahwa AS "siap membantu" sehubungan dengan situasi di Iran, seraya mengeklaim bahwa Iran "sedang menyongsong kebebasan", kembali menyampaikan ancamannya terhadap negara Timur Tengah tersebut.
Pernyataan ini disampaikan saat pemerintah mengisyaratkan penindakan yang lebih keras terhadap gelombang demonstrasi anti-pemerintah terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Situasi di seluruh Iran sudah tenang sehari setelah kerusuhan publik yang meluas di negara itu, kata juru bicara kepolisian Iran, Saeed Montazer Al-Mahdi.
Gelombang protes antipemerintah yang meluas di Iran memasuki fase paling tegang dalam beberapa tahun terakhir, memicu respons keras dari dalam negeri sekaligus peringatan terbuka dari Amerika Serikat.
Pemadaman internet, yang pertama kali dilaporkan oleh pemantau kebebasan internet NetBlocks, terjadi ketika otoritas Iran mengintensifkan tindakan keras terhadap para pengunjuk rasa