Menteri Sosial Saifullah Yusuf meminta seluruh kepala Sekolah Rakyat di berbagai daerah menyiapkan diri dengan matang menghadapi masa transisi dari sekolah rintisan menuju Sekolah Rakyat permanen. Menurutnya, tahap ini menjadi periode penting yang membutuhkan kesiapan dari seluruh pihak
Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek pembangunan gedung, tetapi yang dibangun adalah harapan baru bagi anak-anak yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta kepada seluruh unit kerja untuk bahu-membahu menyukseskan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat pada 14 Juli 2026 mendatang agar berjalan lancar
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, siap menjadi kawasan pendidikan modern yang terintegrasi dalam satu kawasan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut program Sekolah Rakyat menjadi salah satu yang paling terdampak apabila usulan tambahan anggaran Kementerian Sosial sebesar Rp22,49 triliun untuk tahun 2027 tidak disetujui
“Lulusan Sekolah Rakyat di masa mendatang ada yang jadi guru, ada yang jadi seniman. Pokoknya jadi apapun dengan keterampilan yang cukup. Itulah harapan Bapak Presiden,” kata Mensos.
"Yang bisa sekolah di sini adalah mereka yang berada di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Jika belum terdata, maka akan dilakukan pemutakhiran dan ground check," ujar Mensos.
Gus Ipul memastikan Kemensos terbuka terhadap audit maupun pemeriksaan dari lembaga resmi, termasuk BPK dan BPKP, serta lembaga non-pemerintah untuk ikut memonitor proses pengadaan.