Menag menjelaskan bahwa bencana alam di tiga provinsi itu menimbulkan dampak signifikan terhadap keberlangsungan layanan kehidupan beragama dan pendidikan keagamaan.
Saat ini, dana tunggu hunian senilai Rp1,8 juta per KK telah diberikan kepada pengungsi yang tinggal di luar tenda, seperti di gedung pemerintah, rumah ibadah, maupun lokasi pengungsian mandiri.
Amran menegaskan perbaikan konektivitas darat di tiga provinsi terdampak terus dilakukan untuk memastikan aktivitas masyarakat dan pemulihan ekonomi dapat berjalan optimal.
Data terbaru BNPB juga mencatat total korban jiwa dari bencana yang terjadi sekitar dua bulan lalu itu mencapai 1.204 orang, dengan 140 orang masih dinyatakan hilang.
Keterlibatan mahasiswa dari universitas negeri, swasta, politeknik, serta institusi kesehatan menunjukkan pendekatan multidisipliner dalam pemulihan bencana.
Secara provinsi, alokasi terbesar diperuntukkan bagi Aceh sebesar Rp39,89 triliun, diikuti Sumatera Barat Rp18,88 triliun, dan Sumatera Utara Rp15,21 triliun.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sembako (BPNT) di tiga provinsi yang sedang menjalani rehabilitasi pascabencana banjir, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Presiden yang menerima laporan hasil audit dari Satgas PKH dalam virtual di London, Inggris, pada Senin, 19 Januari 2026 langsung memutuskan pencabutan izin.
Upaya pemetaan dilakukan dengan menggelar pertemuan bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Ketua Satgas Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon di Kantor Kemendagri.
kepala negara juga terbuka terhadap bantuan dari masyarakat, komunitas, maupun diaspora. Sepanjang disalurkan melalui mekanisme yang jelas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Mendikdasmen merinci ribuan sekolah terdampak bencana berada di Aceh, dengan jumlah sekolah yang sudah beroperasi ada 2.226 sekolah, di Sumatra Barat 380 sekolah, dan di Sumatra Utara ada 92 sekolah.