Utusan khusus Presiden Rusia untuk kerja sama ekonomi dengan negara asing, Kirill Dmitriev, Sabtu, mengatakan sedang dalam perjalanan menuju Miami, negara bagian Florida, Amerika Serikat (AS), untuk bertemu dengan para perunding AS dalam putaran baru pembicaraan mengenai Ukraina.
Kanselir Jerman Friedrich Merz pada Rabu (17/12) menyatakan harapan bahwa proses diplomatik menuju penyelesaian damai di Ukraina dapat diselesaikan dalam beberapa pekan mendatang.
Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan kepala sejumlah kantor berita internasional utama di St. Petersburg, Rusia, pada 18 Juni 2025. (Xinhua/Cao Yang)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan peluang tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang Rusia–Ukraina kini berada pada titik terdekat sejak konflik tersebut pecah pada 2022
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Minggu (14/12) mengatakan bahwa Ukraina siap untuk menyetujui jaminan keamanan berdasarkan Pasal 5 NATO sebagai bagian dari kompromi dalam proses perdamaian
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan akan merundingkan perjanjian politis untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina bersama para pejabat Amerika Serikat dan Eropa di ibukota Jerman, Berlin dalam beberapa hari mendatang.
Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban berbicara kepada awak media dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Den Haag, Belanda, pada 25 Juni 2025. (Xinhua/Zhao Dingzhe)
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer (kiri) berfoto bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menjelang pertemuan antara pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, dan Ukraina di 10 Downing Street, London, Inggris, pada 8 Desember 2025. (Xinhua/Li Ying)
Presiden Prancis Emmanuel Macron bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing untuk membahas perang Ukraina. Pertemuan tersebut berlangsung di Aula Besar Rakyat Tiongkok, dilansir dari France24, Jumat (5/12/2025).
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) berbincang dengan utusan khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Steve Witkoff, di Kremlin di Moskow, Rusia, pada 6 Agustus 2025. (Xinhua/Kantor Pers Kremlin)
Biro Anti-Korupsi Nasional (Nabu) dan Kantor Kejaksaan Anti-Korupsi Khusus (Sapo) mengonfirmasi sedang "melakukan tindakan penyelidikan di kantor kepala staf presiden Ukraina".